Yaaak... Sudah lihat gambar diatas ?? Inilah salah satu bentuk demokrasi di Indonesia.. Indonesia menggunakan Pilkada langsung untuk mewujudkan demokrasi.. Dari sabang sampai merauke.. Dari utara sampai selatan..Dan karena negara kita tercinta kita ini adalah negara demokrasi, maka rakyat memilih secara langsung.. Langsung contreng fotonya, langsung juga masukin ke kotak suaranya..
Ya.. Memang Pilkada adalah cara yang baik agar rakyat dapat mengenal wakilnya dan memilih langsung dari hati nuraninya.. Tapi ini juga memancing masalah lain yg timbul di negara kita..
Bentuk kedua dari demokrasi kita ada demonstrasi.. Kata2 yang mirip memang.. Kita sering melihat di televisi, atau mungkin ikut secara langsung demo yang dilakukan mahasiswa..Ini memang baik kalau tetap pada konteksnya, yaitu meng-apresiasi harapan atau mewakili masyarakat menyalurkan pendapat agar negara lebih maju dan rakyat lebih terjamin.. Memang sesuai dengan prinsip demokrasi, dari oleh dan untuk rakyat..
-----------------------------------------------------
Dari gambar diatas, pasti kalian semua sudah tahu.. Dua faktor diatas adalah yang paling sering menimbulkan kerusuhan di negara kita tercinta ini.. Sesuai dengan topik, Berlebihan-kah Demokrasi Indonesia ?Memang benar Pilkada adalah sarana demokrasi rakyat, tapi apakah perlu tindakan anarkis setelah calon yang dijagokan kalah ??
Memang benar demo adalah sarana demokrasi, tapi apakah perlu tindakan anarkis ke aparat bila demo dihalangi ??
Menurut saya demokrasi di Indonesia agak berlebihan.. Bisa disebut berlebihan karena, ada lebihnya bukan ?? demokrasi di Indonesia kelebihan faktor anarki..Seperti yang terjadi di Pilkada sumatra.. kenapa sampai membakar mobil ?? kan mobil2 tersebut tidak bersalah, kasian banget kan mobilnya ?? (lebay)..
Mobil pejabat dibeli dengan uang negara, kalau mobil2 tersebut dibakar, otomatis negara harus membeli lagi.. Uangnya darimana ?? dari rakyat bukan.. Lebih baik uang tersebut untuk kesejahteraan rakyat daripada untuk mengganti mobil yg rusak hanya karena kalah dalam pilkada..
So, lebih sportif laah, para wakil rakyat.. ada kalah ada menang.. kalau memang ada kecurangan, buktikan kecurangan saingan kalian (jangan dibuat-buat, tidak ada jadi ada).. Tapi kalau memang kalah, itu adalah pilihan rakyat.. Kalau dia menang karena suap / uang pelicin, BUKTIKAN, beberkan bukti di pengadilan.. Maka mungkin akan diadakan pilkada putaran dua.. Jangan langsung mengerahkan massa dan merusak apa saja yang ada di depan mata..
dan juga, pesan untuk teman2 mahasiswa.. jangan lah anarkis saat berdemo.. dorong2an pagar, lempar2an batu, dan bakar2an ban.. Kita mahasiswa adalah rakyat yg terpelanjar (tentunyaa..).. Jgn lah tindakan anarkis menjadi image dari mahasiswa.. Cukuplah demo di jalan, pasti masuk tivi dan para wakil rakyat melihat.. Dan bila tetap tidak ada tanggapan, wakilkan salah satu atau salah lima dari mahasiswa, bertemu langsung secara baik2 dengan wakil rakyat.. dengan cara itu, mungkin kita menerima tanggapan..Sooo, sekian dari saya.. And, PEACE.. Jgn lah tindakan anarkis menjadi cermin demokrasi negara kita.. dan jangan sampai negara lain berkata, Berlebihan-kah Demokrasi Indonesia ?




















